Sebetulnya saya sedikit mengerti, banyak pengguna hosting yang kebutuhannya simpel saja. Malah kebanyakan user demikian. Ini juga berbanding lurus dengan persentase website bertrafik rendah dibandingkan web trafik tinggi. Kebanyakan web memang trafiknya rendah. Sehingga sebagian besar user merasa cukup hanya dengan menyewa share hosting di bawah 50K per bulan.

Bagi penyedia hosting, karakteristik user yang demikian itu adalah pasar yang menjanjikan. Apalagi setelah kehadiran Cloudlinux yang bisa mengisolasi sumberdaya tiap user. Ini tentu saja baik bagi semua. Orang tak suka tetangga yang berisik.

Secara pribadi, saya tak pernah puas dengan hasil benchmark share hosting. Dengan cara apa pun saya mencoba mengoptimasi Cpanel maupun Plesk untuk lingkungan share hosting WordPress, hasilnya terlalu jauh dengan VPS RAM 1GB sekalipun. Sebabnya, ada ribuan fitur di dalam Cpanel maupun Plesk yang sama sekali tidak dibutuhkan WordPress. Kendati dengan menyertakan stack paling solid untuk Cpanel saat ini: Mysql/Mariadb, Litespeed Enterprise, Brotli, dan Redis--pada virtualisasi yang sama, misalnya sama² 1vCPU--performa share hosting masih kalah terlalu jauh dengan, katakanlah virtualisasi yang dioptimasi Centmin Mod.

Mungkin ada yang bertanya (sesungguhnya protes): Gimana kalau mesin share hostingnya pakai mesin yang optimal, misal Intel Xeon Gold, dual CPU, pasang core maksimal, RAM sampai mentok, masak masih kalah?

Ini tentang rumah yang besar, bisa jadi mewah, dan selalu ada pesta yang dihadiri kira² ratusan orang. Pada akhirnya akan jadi sempit juga. Malah di lingkungan VPS standar saja, persoalan tetangga yang berisik tidak lantas sepenuhnya terisolasi, karena tiap mesin virtual masih berbagi CPU.

Satu-satunya keunggulan Cpanel adalah pada GUI-nya, yang sebenarnya juga sekaligus jadi penyebab utama kenapa lingkungan share hosting cenderung lambat. User suka bermain-main dengan menu² di Cpanel, suka dengan file manager-nya, gak mau repot² akses FTP dari FTP client, atau akses DB dari Mysql client. Segalanya nyaris tinggal klik. Begitu banyak shortcut. Padahal sejatinya yang dibutuhkan WordPress tidak sebanyak itu.

Ceritanya akan sedikit lain, meski sejujurnya tidak mengubah situasi secara radikal, kalau Cpanel atau Plesk dipakai untuk server privat, dengan catatan, minimal terpasang di atas 8GB RAM. Performanya tentu lebih baik. Seorang sysadmin, yang menyediakan layanan managed server dengan kontrol panel, juga tentu dimudahkan.

Ada opsi juga memasang Cpanel Solo di 2GB RAM, user mungkin senang, tapi performanya tak akan beda jauh dengan share hosting. Malah kemungkinan lebih bagus dengan share hosting yang sudah dibundel Litespeed Enterprise. Sejumlah orang memang tidak begitu merisaukan itu, yang penting web jalan.

Sampai di sini, pandangan² saya barangkali banyak yang keliru. Atau bisa jadi pengujian² mandiri yang sudah saya lakukan tidak valid dilihat dari satu-dua segi. Namun meski kurang valid pun, fakta umumnya sukar terbantahkan.

Lalu apa solusinya? Untuk RAM kecil, coba Cyberpanel atau Vestacp, kalau memang betul² memerlukan kontrol panel. Keduanya terbukti tidak rakus memori. Untuk performa WordPress terbaik di dunia saat ini, gunakan Centmin Mod atau WordOps. Opsi lainnya, yang berbayar, gunakan layanan cloud panel seperti Runcloud.

Tentu tidak semua orang bisa dengan mudah mamasang Cyberpanel, apalagi stack script seperti Centmin Mod. Cloud panel relatif lebih gampang. Tak ada salahnya membayar lebih kepada seseorang yang menyediakan layanan itu. Kecuali kalau memang kebutuhannya situs WordPress yang performanya standar saja, atau hanya sebagai awalan, tentu baik juga menggunakan share hosting.