Assalamualaikum wr wb, permisi suhu2 seperguruan, izin share pengalaman yang seuprit ini. Saya rasa kawan-kawan di sini sudah sangat paham kekuatan internal link yang oleh beberapa praktisi disebut sebagai salah satu jurus ampuh membangun authority sebuah page/postingan.

Tetapi untuk membuat internal link yang baik, tidak hanya sebatas asal ada link di dalam artikel ke artikel lainnya, tapi lebih diprioritaskan pada relevansi setiap kontennya. Oleh karena itu, skema konten adalah kunci untuk membangun internal link yang solid. Dalam membuat skema konten, teman-teman membutuhkan 3 jenis keyword yang nantinya membentuk 1 piramida utuh.

  1. Keyword utama
  2. Keyword turunan (LSI)
  3. Keyword pendukung

Keyword utama adalah keyword yang jadi target utama, ditandai dengan volume pencarian paling tinggi dan persaingan paling berat. Keyword turunan adalah jenis keyword yang memiliki kedekatan dengan keyword utama, sehingga memperkaya variasi keyword. Dalam 1 skema konten, keyword turunan semakin banyak semakin baik.

Keyword pendukung adalah jenis keyword yang memiliki frase berbeda dari keyword utama dan turunan, tetapi masih ada dalam satu rumpun bahasan. Dalam 1 piramida, keyword pendukung minimal 5, maksimal tergantung kesanggupan.

Kriteria Keyword

Keyword utama: pencarian 10k ke atas atau sesuai target/keinginan. Bisa saja 1k, 5k, dst. Keyword turunan: pencarian 100-100, memiliki kedekatan dengan kw utama. Keyword pendukung: asal ada pencarian (100-500), tidak memiliki kesamaan atau sebagian dari keyword utama dan turunan, tetapi masih dalam satu rumpun.

Konten dan skemanya

Keyword utama dan keyword turunan (LSI) dikombinasikan menjadi satu artikel utama. Keyword pendukung dibuat menjadi artikel yang berbeda, minimal 5 maksimal tidak terbatas.

Semua artikel pendukung ngelink ke artikel utama, boleh juga ngelink ke sesama artikel pendukkung. Artikel utama disarankan memiliki media pendukung yang baik (gambar, video, infografis, bullet/numbering, quote, heading 2, heading 3, heading 4)